oleh

Refleksi dan Harapan PP Parmusi Tahun 2020/2021

Oleh: Syafrudin Anhar (Ketua Bidang OKK PP Parmusi)

Hari ini adalah waktu dimana kita telah memasuki tahun 2021, suatu keniscayaan yang kita masuki, dan kemaren tahun 2020 adalah suatu masa yang telah kita lalui. Banyak kejadian dan permasalahan merupakan sebagai bentuk prestasi dalam dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun, masih banyak juga yang tersisa sebagai bentuk pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pada masa berikutnya.

Sebagai bagian dari dinamikan kehidupan berbangsa dan bernegara, Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI) memiliki beberapa pandangan dan catatan atas kehidupan berbangsa dan bernegara dalam masa waktu tahun 2020 yang patut untuk disampaikan sebagai bentuk refleksi, yaitu:

1. Memasuki satu tahun dalam kondisi wabah covid19, masyarakat tidak merasakan dan menemukan suatu kebijakan pemerintah dalam bidang kesehatan yang terarah dan terukur untuk pencegahan penyebaran virus. Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar diterapkan tidak secara konsisten dan menyeluruh oleh pemerintah, jsutru menimbulkan kegaduhan dan sinisme masyarakat kepada pemerintah dan aparatnya. Kebijakan pandemi covid19 melalui pendekatan medis semata, tidak mampu menekan tingkat penyebaran dan korban dari pandemi covid19. Padahal daya tangkal yang efektif untuk menyebaran virus covid19 adalah imunitas yang tinggi. Imunitas yang kuat dan tinggi lahir dari psikis yang tenang dan terjaga dengan baik. Psikis yang demikian hanya terjadi pada qolbu yang tenang, oleh karena itu ketenangan qolbu setiap warga harus diciptakan dan difasilitasi oleh pemerintah. Qolbu yang tenang tidak memerlukan vaksin yang belum tentu baik dan cocok untuk mencegahan suatu pandemi, apalagi secara medis vaksin tersebut masih diperdebatkan efektifitas dan kehalalannya.

2. Fungsi pemerintah adalah menyelesaikan permasalah yang dihadapi bangsa dan masyarakatnya. Berbagai permasalahan mengenai demokrasi, politik, hukum dan Hak Azasi Manusia tidak pernah kunjung selesai. Karena sering kali kebijakan yang lakukan pemerintah bukan menyelesaikan, justru menimbulkan masalah baru. Langkah dan Kebijakan pemerintah yang demikian menjadikan semakin menjauhnya partisipasi masyarakat dalam berbagai penyelesaian masalah berbangsa dan bernegara, serta hilangnya kepercayaan masyarakat pada setiap penerapan dan pelaksanaan kebijakan pemerintah.

3. Kebjikan dan langkah melakukan reshuffel kabinet, secara konstitusi itu hak proregatif presiden, Namun, reshuffle dipenghujung tahun 2020, mencerminkan langkah kebijakan “zaken cabinet” – kabinet yang profesional, the right man on the right place – tidak terjadi. Justru menunjukkan langkah penyelesaian masalah dengan menimbulkan masalah baru dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

4. Seiring dunia masih diselimuti pandemi covid19, kegiatan ekonomi terutama sektor dunia usaha terdampak kelesuan ekonomi. Sepanjang tahun 2020, pertumbuhan ekonomi indonesia tidak beranjak dari minus 5,32 – 3,49 persen, sementara hutang negara telah menembus angka Rp.6.000 triliun. Dalam masa pandemi covid19 atau selama tahun 2020, politik anggaran pemerintah cendrung menjadi politik anggaran oligarki. Program anggaran hanya dijadikan bancaan penyelenggara negara dan pengusaha yang jauh dari nilai dan kepentingan kesejahteraan masyarakat. Dengan sadar Anggaran Negara dikorupsi untuk kepentingan kelompok dan golongannya. Inilah penyebab Politik ekonomi pemerintah menjadi program ekonomi yang tidak berkah.

5. Mengalami dan merasakan ruang demokrasi dan rendahnya keadilan hukum bagi ruang dakwah Islam, amar makruf nahi munkar, selama tahun 2020, maka memasuki dan menjalankan masa waktu tahun 2021 Pengurus Pusat PARMUSI menyerukan dan mengajak setiap elemen pergerakan islam untuk membangun dan mewujudkan persatuan dan kesatuan ummat Islam guna memberi kontribusi penyelesaian atas permasalahan bangsa dan negara. Disamping itu, dalam pandangan PARMUSI, tidak meutup kemungkinan pada masa kurun waktu 2021 ini akan terjadi satu masa sulit yang dihadapi umat Islam dalam menghadapi gerakan komunisme dan liberalime.

Demikian refleksi dan harapan Pengurus Pusat Persaudaraan Muslimin Indonesia dalam menghakhir tahun 2020 dan memasuki tahun 2021. PARMUSI selalu berdoa dan berharap hari esok lebih baik dari hari ini dalam melakukan gerak dakwah amar makruf nahi munkar.

Jakarta, 31 Desember 2020

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed